
Dalam upaya meningkatkan kualitas komunikasi di lingkungan sekolah, siswa dan guru mulai menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk membiasakan penggunaan kata baku, baik dalam percakapan maupun dalam penulisan tugas.
Pembiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti menulis catatan pelajaran, membuat laporan, hingga berbicara saat presentasi di kelas.
20 Kata Tidak Baku yang Sering Muncul di Sekolah:
- Ijin → kata tidak baku | Izin → kata baku
- Aktifitas → kata tidak baku | Aktivitas → kata baku
- Resiko → kata tidak baku | Risiko → kata baku
- Kwalitas → kata tidak baku | Kualitas → kata baku
- Subyek → kata tidak baku | Subjek → kata baku
- Obyek → kata tidak baku | Objek → kata baku
- Praktek → kata tidak baku | Praktik → kata baku
- Apotik → kata tidak baku | Apotek → kata baku
- Sekedar → kata tidak baku | Sekadar → kata baku
- Nasehat → kata tidak baku | Nasihat → kata baku
- Karir → kata tidak baku | Karier → kata baku
- Detil → kata tidak baku | Detail → kata baku
- Jadual → kata tidak baku | Jadwal → kata baku
- Silahkan → kata tidak baku | Silakan → kata baku
- Makasih → kata tidak baku | Terima kasih → kata baku
- Efektip → kata tidak baku | Efektif → kata baku
- Sistim → kata tidak baku | Sistem → kata baku
- Analisa → kata tidak baku | Analisis → kata baku
- Metoda → kata tidak baku | Metode → kata baku
- Pebruari → kata tidak baku
| Februari → kata baku
Dengan penggunaan bahasa yang tepat, siswa tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga lebih mudah dipahami. Hal ini diharapkan menjadi budaya positif yang terus berkembang, sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih tertib, jelas, dan berkualitas.
