
Drama Thailand High School Frenemy menjadi salah satu tayangan yang menarik perhatian melalui penggambaran kehidupan remaja di lingkungan sekolah. Serial ini mengangkat kisah persahabatan yang berubah menjadi rivalitas akibat konflik personal dan kesalahpahaman. Tayangan ini merupakan adaptasi dari drama Korea School 2013 dan dirilis di VIU pada 14 Oktober 2024.
Serial ini disutradarai oleh Fon Kanittha Kwunyoo dan ditulis oleh Lalil Kittitanaphan, Naphat Chitveerapat, serta Nichaphat Buranadilok. Cerita berpusat pada penggabungan dua sekolah, yaitu Udon Pithak dan Thep Burapha, di bawah Yayasan Siamwit. Kebijakan tersebut memunculkan kembali konflik lama antara dua tokoh utama, Saint dan Shin.
Tokoh Saint diperankan oleh Sky Wongravee dan Shin diperankan oleh Nani Hirunkit. Keduanya pernah menjadi sahabat dekat sebelum sebuah peristiwa di masa lalu merusak hubungan mereka. Konflik tersebut berkembang menjadi pertentangan antarsiswa yang memicu ketegangan hingga perkelahian.
Alur cerita disusun secara sistematis dengan menampilkan perkembangan karakter yang mengalami perubahan sikap. Konflik yang dihadirkan tidak hanya berkaitan dengan pertemanan, tetapi juga tekanan akademik, persaingan, serta proses pencarian jati diri remaja. Hal ini menjadikan drama tersebut relevan dengan kehidupan peserta didik.
Dari segi penampilan, para pemeran mampu menyampaikan emosi secara tepat dan proporsional. Penghayatan karakter yang konsisten didukung oleh sinematografi dan musik latar yang sesuai. Unsur-unsur tersebut memperkuat penyampaian pesan dalam cerita.
Drama ini juga memuat nilai edukatif, terutama mengenai pentingnya komunikasi dalam hubungan sosial. Kurangnya keterbukaan dapat memicu konflik berkepanjangan, sedangkan sikap saling memahami menjadi kunci penyelesaian masalah. Nilai-nilai ini penting untuk dipahami oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, High School Frenemy tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan literasi dan refleksi pembelajaran. Tayangan ini dapat membantu peserta didik memahami dinamika sosial di lingkungan sekolah secara lebih mendalam.
